Prajurit TNI Yang Ikut Pilkada Harus Mengundurkan Diri -->

Prajurit TNI Yang Ikut Pilkada Harus Mengundurkan Diri

Jumat, 23 September 2016, 1:08:00 PM
harianglobalnews.com


HarianGlobalNews.com || Jakarta – Untuk menjamin netralisasi TNI dalam proses demokrasi di Negara Republik Indonesia,setiap anggota prajurit TNI yang ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah ( pilkada ) haruslah mengundurkan diri dari dinas kemiliterannya.Karena posisi TNI dalam demokrasi harus netral tidak berpihak kepada siapapun.Hal ini yang disampaikan langsung Panglima TNI,Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,di Jakarta Jumat ( 23/9 ) melalui keterangan tertulisnya.

"Aturan di TNI, setiap anggota militer yang akan menjadi calon peserta Pilkada, maka statusnya harus mengundurkan diri dari dinas militer," katanya.

Prajurit yang ikut pilkada akan di berikan pension dini jika masa aktifnya masih panjang,agar posisi TNI teatp netral dalam demokrasi.

“Kalau prajurit TNI masa aktifnya masih panjang akan diberikan pensiun dini, sehingga pada saat Pilkada dia sudah bukan militer lagi,” tuturnya

Dalam hal ini Panglima TNI juga menegaskan kalau pesta demokrasi yang akan dilaksanakan di 101 wilayah yang terdiri dari 7 propinsi,76 kabupaten dan 18 kota pada tahun 2017 ini dapat terlaksana secara kondusif tanpa keberpihakan dari TNI

"Saya menghimbau masyarakat, apabila ada yang mengetahui anggota TNI yang tidak netral, tolong sebutkan nama dan pangkatnya, sehingga bisa kami cari, diadakan penyelidikan dan proses hukum," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pemberitaan ini terkait dengan rencana Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang akan mendaftarkan diri sebagai pasangan cagub dan cawagub di pilada Jakarta.Agus Harimurti Yudhoyono yang anak sulung dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini adalah prajurit TNI yang masih aktif.( 11n )

TerPopuler