TARGET PENYELIDIKAN KASUS DWELING TIME HANYA SEBULAN -->

TARGET PENYELIDIKAN KASUS DWELING TIME HANYA SEBULAN

Sabtu, 17 September 2016, 9:21:00 PM
harianglobalnews.com

HarianGlobalNews.com || Medan – Dugaan adanya permainan mafia dalam waktu bongkar muat ( dwailing time ) di Belawan membuat Kepolisian Daerah Sumatera Uatara ( Poldasu ) membentuk tim khusus.Tim khusus yang diberi nama “ sapu bersih “ ditargetkan bekerja selama satu bulan.Saat ini tim khusus sedang mengumpulkan indikasi – indikasi penyelewengan,ungkap Kabid Humas Poldasu,Kombes Pol Rina Sari Ginting.

"Tim khusus yang dibentuk sudah mulai bekerja mengumpulkan berbagai indikasi tentang semua permasalahan yang menyangkut dwelling time di Pelabuhan Belawan. Mereka bekerja selama satu bulan di lokasi berdasarkan surat perintah," jelas Kombes Pol Rina Sari Ginting, Jumat (16/9).

Menurutnya, sejauh ini timsus sudah melakukan koordinasi dengan Pelindo I terkait proses pelaksanaan penyelidikan tersebut, agar kerja tim di lapangan lebih mudah.

Hanya saja, dia tidak bersedia membeberkan hasil mapping (pemetaan) yang dilakukan timsus di Pelabuhan Belawan, dengan alasan masih proses penyelidikan. "Hasilnya belum bisa disampaikan, tapi saya dapat informasi crane yang ada di sana semuanya berfungsi baik," kata Kombes Pol Rina Sari Ginting.
Juga dikatakannya, berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, persoalan yang selama ini muncul di Pelabuhan Belawan pungutan liar (pungli) namun masih harus dibuktikan melalui operasi tangkap tangan atau temuan barang bukti.

Sebelumnya, menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo mengenai dugaan permainan mafia dalam proses dwelling time di Pelabuhan Belawan, Poldasu telah membentuk tim khusus dan melakukan mapping kondisi maupun permasalahan di lokasi.

Dugaan adanya pungli terkait dwelling time tujuh-delapan hari di Pelabuhan Belawan juga dikemukakan anggota Komisi D DPRD Sumut Nezar Djoeli dan Baskami Ginting kepada wartawan, Kamis (15/9).

Menurut keduanya, dwelling time di Pelabuhan Belawan antara tujuh-delapan hari itu ada unsur kesengajaan sebagai ajang pungli, dengan tidak menggunakan peralatan secara maksimal agar bisa dilakukan negosiasi.

Nezar Djoeli yang politisi Partai NasDem dan Baskami Ginting yang politisi PDI Perjuangan itu juga menilai para menteri yang merupakan pembantu presiden belum bisa mengimplementasikan keinginan presiden, kecuali ketika presiden akan datang semua sibuk melakukan persiapan, setelah itu tidak ada tindak lanjutnya.( indra )

TerPopuler