Kejari Gunungsitoli Di Nilai Lamban Menangani Kasus Tipikor Dishub Nisut -->

Kejari Gunungsitoli Di Nilai Lamban Menangani Kasus Tipikor Dishub Nisut

Jumat, 14 Oktober 2016, 9:10:00 PM


Nias Utara | GlobalNews -  Masyarakat kecewa melihat kinerja Dinas perhubungan dan informatika nias utara, Pasalnya , di mana pembangunan tambatan perahu/jetty yang berlokasi di kecamatan Tuhemberua kabupaten nias utara yang menelan anggaran miliran rupiah dari APBD nias utara tahun 2015, yang di kerjakan oleh CV.SARANA BAHARI kini belum selasai (putus kontrak).


Tanggal 29 april 2016 Dewan Pimpinan Kabupaten Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (DPK LAKRI) nias utara menyampaikan laporan pengaduan ke kejari gunungsitoli perihal dugaan korupsi pada pembangunan tambatan perahu/jetty di Dinas perhubungan dan informatika yang menghabiskan keuangan daerah Rp 1.356.743.839.dari anggaran yang sebesar Rp 1.667.252.000. sesuai laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2015 sementara fisik bangunan yang sudah di kerjakan oleh CV.SARANA BAHARI belum mencapai 60 persen terlihat fisik di lapangan hanya beberapa tiang pancang saja yang sudah diberdirikan.


Yusman Zai, wakil ketua DPK LAKRI mengatakan , pembangunan tambatan perahu/jetty di duga kuat terindikasi unsur korupsi, terlihat dari :


Pada saat pelaksanaan pemasangan tiang pancang tidak ada  alat panton yang di datangkan oleh rekanan, tidak adanya alat krend/alat pemukul tiang pancang.  pada hal , itu semua sudah di anggarkan biayanya sebesar Rp 536.000.000.


“Saya  minta kepada kejaksaan negeri gunungsitoli untuk segera memproses laporan pengaduan DPK LAKRI yang sudah beberapa bulan terdiam di atas meja kejaksaan negeri gunungsitoli”Ucap Yusman,Kamis (13/10/2016).


Dikatakan Yusman , Pihaknya menuturkan kata kekecewaan   atas lambannya proses yang di lakukan oleh kejaksaan negeri gunungsitoli, bahkan ianya menegaskan tidak ada hal yang harus di sembunyikan lagi karna pembangunan tambatan perahu di maksud salah satu hasil temuan BPK RI, tentu tidak ada alasan tidak diproses oleh pihak kejaksaan.

“Sayang sekali, setiap ada laporan masyarakat mengenai dugaan korupsi , selalu di tahan-tahankan di meja kejari, apakah hal ini harus di diamkan”Katanya.


Sementara, menurut Hasil konfirmasi KAPIDSUS Kejari Gusit , Yus Iman Harefa,SH,MH di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sudah memulaikan penyelidikin kepada pihak dinas perhubungan dan juga kepada Rekanan bahkan tim kejaksaan sudah turun di lapangan pada bulan yang telah lewat melihat langsung pembangunan yang di maksud,namun kapidsus berjanji akan memproses kasus ini pada waktu yang tidak terlalu lama.

“Kita akan proses kasus ini secepatnya, sudah kita cek kok di lapangan”Ucap Yus iman ,baru-baru ini.


Di tempat yang sama, dalam kasus ini menuai kritikan dari pihak tokoh-tokoh masyarakat yakni Tenniato gea , tokoh pemuda nias utara, saat di mintai tanggapannya mengatakan , harusnya kejaksaan negeri gunungsitoli tidak perlu melama- lamakan proses penyelidiki atas laporan pengaduan masyarakat atau LSM  yang sudah di terima demi menghindari asumsi yang kurang baik di mata masyarakat.

“ kita minta kepada jaksa keseriusan menangani kasus tambatan perahu yang di duga terindikasi korupsi, bila terbukti harusnya oknum dari pada pelaku korup itu biar mereka mempertanggung jawabkan di hadapan hokum”Tandas Tenniato Gea.(Bazatulo Zega)

TerPopuler